Pages

Sunday, April 14, 2013

Perbedaan Jin dengan Iblis


Apakah jin dan iblis itu sama? Apakah di antara jin itu ada yang muslim?

    Secara etimologi, kata al jin berasal dari kata janna yang artinya bersembunyi. Dinamai al jin karena tersembunyi dari pandangan manusia. Kata lain yang berasal dari kata jannaadalah janin yang artinya jabang bayi, dinamai demikian karena tersembunyi di dalam perut ibu. Secara terminologi, jin adalah sebangsa makhluk gaib yang diciptakan oleh Allah SWT dari api sebagaimana firman-Nya:

“Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari tanah liat kering yang berasal dari lumpur hitam yang diberi bentuk. Dan Kami telah menciptakan jin sebelum Adam dari api yang sangat panas.”(Q.S. Al Hijr 15: 26-27)

    Bangsa jin juga mukallaf (diperintahkan untuk mengerjakan syariat agama) sebagaimana halnya manusia, sedangkan Rasul yang mereka ikuti adalah Rasul dari manusia. Dalam hal ini Allah berfirman:

“Hai golongan jin dan manusia, apakah belum datang kepadamu rasul-rasul dari golongan kamu sendiri, yang menyampaikan kepadamu ayat-ayatKu dan memberi peringatan kepadamu terhadap pertemuanmu dengan hari ini? Mereka berkata, ‘Kami menjadi saksi atas diri kami sendiri.’ Kehidupan dunia telah menipu mereka, dan mereka menjadi saksi atas diri mereka sendiri, bahwa mereka adalah orang-orang kafir.” (Q.S. al An’am 6: 130)

    Jin ada yang patuh dan ada yang durhaka kepada Allah SWT.

“Dan sesungguhnya di antara kami (bangsa jin) ada yang saleh dan ada pula yang tidak. Adalah kami menempuh jalan yang berbeda-beda.” (Q.S. al Jin 72: 11)

    Tatkala Allah SWT memerintahkan kepada bangsa jin untuk sujud kepada Adam bersama dengan para malaikat, salah satu dari mereka (jin) menentang. Yang menentang itulah yang dikenal dengan iblis, sebagaimana dinyatakan oleh Allah SWT

“Dan ingatlah ketika Kami berfirman kepada para malaikat, ‘Sujudlah kamu kepada Adam,’ maka sujudlah mereka kecuali iblis, ia enggan dan takabur, dan ia termasuk golongan kafir.” (Q.S. Al Baqarah 2: 34)

Secara implisit perintah itu ditujukan juga kepada bangsa jin. Kesimpulannya, jin adalah makhluk gaib yang punya kewajiban seperti manusia, yaitu beribadah kepada Allah SWT. Di antara mereka ada yang kafir ada pula yang muslim. Sedangkan iblis adalah jin yang tidak mau taat pada perintah Allah saat diperintahkan sujud kepada Adam. Sebagaimana ditegaskan dalam ayat berikut:

“Dan ketika Kami berfirman kepada para malaikat, ‘Sujudlah kamu kepada Adam,’ maka sujudlah mereka kecuali iblis, dia adalah dari golongan jin, yang durhaka pada perintah Tuhan-Nya.” (Q.S. Al Kahfi 18: 50)

    Secara tegas ayat ini menyebutkan bahwa iblis adalah jin yang durhaka kepada Allah SWT. Wallahu ‘Alam.

Sumber:
Amiruddin, A. (2005). Bedah Masalah Kontemporer I: Tanya Jawab Aqidah dan Akhlak. Bandung: Khasanah Intelektual.

No comments:

Post a Comment